Sejak pertemuan dengan keluarga Her di rumah sakit, hubunganku dengan pria yang senang mengenakan kemeja denim itu berlanjut. Her mengenalkan aku dengan papinya, yang bernama Pak Yanto. Tidak ketinggalan aku dipertemukan dengan kedua kakak perempuannya Kak Dinda dan Kak Lisa, serta si bungsunya Atikah. Her adalah satu-satunya anak laki-laki dari empat bersaudara. Papi dan Maminya Her menerimaku dengan baik. Syukurlah. Aku sudah deg-degan. Belum kenal dekat tapi sudah harus bertemu dengan seluruh anggota keluarganya.
