Showing posts with label Cerita Toko Obat. Show all posts
Showing posts with label Cerita Toko Obat. Show all posts

Friday, November 18, 2016

Kartu Nama Untuk Dua Dunia


Kartu nama untuk dua dunia. Kesannya... saya hidup di dua dunia, dua alam yang berbeda, hihihi (ketawa kunti). Maksudnya dua dunia karena ada benarnya juga jika keduanya memang berbeda. Satu untuk dunia nyata, yaitu toko obat. Dan satu lagi untuk dunia maya, yaitu sebagai blogger. Kenapa dibedain? Ya harus dong. Nanti pakepuk kalau disamain :D

  Sebenarnya, tentang kartu nama ini sudah lama pengen diposting tapi selalu tertunda. Sampai akhirnya toko obat tutup beneran, kartu nama toko masih numpuk di meja. Belum habis disebar. Meski toko obatnya sudah tidak ada, saya mau cerita tentang kartu nama. Nggak apa-apa, ya.

Thursday, November 3, 2016

5 Faktor Penyebab Toko Obat Trisad Harus Ditutup


Saya termasuk orang yang gampang terbawa perasaan. Dulu, waktu belum punya usaha sendiri, saya sering mengamati toko-toko yang ada di sepanjang perjalanan dari rumah menuju beberapa tempat yang rutin kami sekeluarga kunjungi. Saat melihat ada sebuah toko yang tiba-tiba tutup, saya ikut sedih. Menyayangkan kenapa usaha tersebut sampai harus gulung tikar.



  Lima tahun yang lalu, saya dan suami membuka toko obat yang diberi nama TRISAD. Nama tersebut diambil dari nama belakang ketiga anak kami: Dilshad, Rasyad, dan Irsyad. Saya mulai belajar membesarkan sebuah usaha. Seiring waktu berjalan, hasil dari penjualan berkembang dengan lambat. Akhirnya, kami terpaksa menyerah untuk menutup toko ini dalam waktu dekat. Jangan tanya betapa hancurnya perasaan saya...

Thursday, April 14, 2016

6 Cara Mudah Mengusir Tikus di Toko

www.innariana.com


"Bu, dus obatnya digigit tikus," lapor Mbak Titin, karyawan toko saya pada suatu hari. Duh, sebel banget sama hewan pengerat yang satu ini. Ternyata, pindah ke bangunan baru belum menjamin bakal bebas dari tikus. Dua lokasi toko sebelumnya masih sering didatangi tikus. Biasanya tikus datang pada malam hari, saat toko sudah tutup. Saat buka toko keesokan harinya, kelihatan deh beberapa barang berantakan dan 'oleh-oleh' berupa kotoran tikus, hiii!

Monday, August 10, 2015

10 TIPS AMAN JAGA TOKO


Tips Aman Jaga Toko. Tahun 2015 ini adalah tahun keempat saya dan suami membuka usaha toko obat. Toko kami sudah menyewa tempat di tiga lokasi. Bahkan sempat pindah ke rumah karena kontrakan habis dan belum mendapat tempat baru. Setelah dapat, kami masih harus menunggu lagi karena toko belum selesai dibangun.

   Dari ketiga lokasi tersebut, setiap toko punya tingkat keamanan yang berbeda. Toko pertama letaknya agak tersembunyi. Ditambah minim pengalaman, kami beberapa kali tertipu dan bahkan kemalingan. Di toko kedua, lokasi lebih terbuka. Namun penipu masih juga berani menghampiri. Nah, toko yang ketiga ini adalah toko yang paling aman. Letaknya lebih kelihatan. Ada pangkalan ojek di dekat toko membuat kami seolah punya satpam pribadi. Kalau pulang juga gampang. Tinggal lambaikan tangan, mamang ojek segera datang menghampiri.

Monday, December 8, 2014

Grand Opening (lagi)!


Alhamdulillah, pada tanggal 2 Desember 2014, untuk yang ketiga kalinya toko kami resmi dibuka. Grand opening (lagi)! Sebelumnya, toko kami sudah pernah mengontrak di lokasi 1 dan lokasi 2. Kenapa pindah lagi? Pindah dari lokasi 1 ke lokasi 2 demi posisi yang lebih strategis. Sedangkan pindahan yang terakhir adalah karena 'diusir'. Lho, kok diusir?

Monday, November 3, 2014

Toko Obat Pindah ke Rumah


Hari Selasa, tanggal 28 Oktober 2014. Pagi menjelang siang, saya kembali bertugas jaga toko setelah seminggu absen karena riweuh mengurus boyz yang bergantian sakit. Tetangga toko sebelah langsung menyambut saya dan mengatakan bahwa hari ini adalah hari terakhir beliau berjualan. Mulai besok, jajaran toko tempat kami mengontrak akan direnovasi oleh pemiliknya.

Monday, August 11, 2014

Penipu Itu Datang Lagi

Dd Irsyad ikut jaga toko

Senin, 11 Agustus 2014. Saya kembali bertugas jaga toko setelah lama absen sejak bulan puasa. Maklum, riweuh terus di rumah. Pasca tidak ada ART, mulai hari itu saya akan mengajak Dd Irsyad, anak bungsu saya, ikut ke toko. Tidak disangka, pada hari pertama ini saya bertemu dengan penipu yang dulu pernah mencuri uang toko (pernah saya ceritakan di sini, tepatnya si penipu nomor 5).

Thursday, February 6, 2014

Lapak Baru, Semangat Baru


Masih ingat cerita saya pindahan toko tempo hari? Mau tahu kelanjutannya setelah pindah posisi? Apakah tempatnya lebih menyenangkan dan -yang penting- lebih menguntungkan? Ternyata, setelah pindahan, saya langsung sibuk membenahi toko dan merasa senang sekali. Kenapa senang? Bukan karena omzet yang langsung meningkat, tapi juga ada ketenangan dan kepuasan batin. Alhamdulillah.

Monday, December 2, 2013

Pengamen di Toko Obat



Sering bertemu dengan pengamen? Pasti sering, ya. Pengamen kan, ada di mana-mana. Di persimpangan jalan, di tempat makan kaki lima, di dalam kendaraan umum, bahkan datang ke depan pintu rumah. Saat saya menjaga toko, pegamen juga kerap datang. Sebenarnya, saya orang yang paling nggak tegaan sama yang namanya pengamen. Meski seringkali merasa terganggu, tapi saya selalu memberikan sedikit uang receh untuk pengamen, di mana pun itu. 

Monday, October 21, 2013

Pindah



Pindah. Betapa indahnya saat kata itu terdengar di telinga saya. Membayangkan tempat yang baru dan tantangan yang akan kami sekeluarga temui kelak di sana. Dulu, belum ada Mbah Google untuk tempat bertanya. Semua bayangan itu hanya perkiraan semata. Ada sebuah rasa yang membuncah. Seperti suatu semangat! Semangat menempuh hidup baru! Adrenalin seolah terpacu! Wow, rasanya menyenangkan! 

Tuesday, June 4, 2013

Penipu di Toko Obat

credit

Awal merintis sebuah usaha bukanlah sesuatu yang mudah untuk dijalani. Tidak terasa,  sudah setahun Toko Obat Trisad, usaha kecil-kecilan milik kami berjalan. Nama TRISAD diambil dari kesamaan nama belakang ketiga anak kami: Dilshad, Rasyad dan Irsyad.  Rintangan dan hambatan menjadi pemacu kami untuk berusaha lebih keras lagi. Ujian dan cobaan juga kerap menerpa. Seolah ingin menggoyahkan tiang usaha yang baru berdiri ini. Rapuh dan belum berpengalaman.

Back to Top