Showing posts with label Giveaway & Lomba. Show all posts
Showing posts with label Giveaway & Lomba. Show all posts

Wednesday, February 26, 2025

Satu Dekade Ngeblog: Perjalanan Tak Mudah, tapi Ada Hal yang Membuat Saya Tetap Bertahan

Tidak terasa sudah satu dekade lamanya saya ngeblog, dan menuju dekade kedua. Saya mengenal blog tepatnya sejak awal tahun 2011. Jadi, sudah berjalan selama 14 tahun menjadi blogger, sebutan untuk penulis blog. 

Jika ditanya perjalanan ngeblog, apa saja yang sudah didapat, dan suka dukanya gimana, wah bisa panjang ceritanya! Berhubung saya suka bercerita, jadi disingkat saja ya menjadi 10 tahun terakhir. Satu dekade ngeblog dari tahun 2015 sampai 2025. Perjalanan tak mudah, tapi ada hal yang membuat saya tetap bertahan.

Wednesday, May 6, 2020

Kuliner Ramadan #diRumahAja Jadi Istimewa dengan #THRBigRamadhanSale2020 Bersama Shopee



Assalamualaikum!

Alhamdulillah sudah melewati sepertiga bulan Ramadan. Gimana puasanya? Mudah-mudahan tetap lancar ya. Suasana Ramadan tahun ini memang lain dari biasanya. Akibat merebaknya pandemi Covid19, kita wajib berada di rumah aja supaya aman dari paparan virus.

Menjalani ibadah puasa di masa pendemi Covid19. Sedih? Pastinya. Tidak ada yang namanya ngabuburit jelang buka puasa. Tidak ada kegiatan tarawih dan itikaf di mesjid. Semua kegiatan ibadah dilakukan di dalam rumah.

Menuruti anjuran pemerintah, seluruh warga melakukan isolasi dengan diam di rumah aja. Juga menjaga jarak (social distancing) jika ada keperluan mendesak yang harus dilakukan di luar rumah. Adanya PSBB di sejumlah kota besar membatasi jumlah kendaraan yang lalu-lalang di tengah kota.

Monday, March 16, 2020

Mengembalikan Mood dengan Sensasi Mandi Parfum Mewah Vitalis

mandi parfum



"Bekal Bapa udah?"

"Ibu, kaus kaki Dd nggak ada!"

"Bu, lihat kacamata Aa?"

Pagi hari adalah waktunya riweuh mempersiapkan anak-anak berangkat sekolah. Kadang, ada saja beberapa hal yang bikin jengkel. Misalnya mendadak mencari benda yang harus dibawa. Padahal, masih banyak yang harus dikerjakan agar semua urusan aman terkendali. 

Sebagai ibu rumah tangga yang bekerja dari rumah, pagi hari adalah waktunya mempersiapkan suami berangkat kerja dan anak-anak pergi ke sekolah. Mereka tidak boleh berangkat dalam keadaan perut kosong. Sarapan sudah saya siapkan. Selanjutnya ya urus printilan yang biasa mereka bawa, jangan sampai ada yang tertinggal.

Wednesday, March 4, 2020

Forest Cuisine Blogger Gathering: Hutanku Sayang Hutanku Sumber Pangan

rimba terakhir

Hutanku sayang, hutanku sumber pangan...

Pernahkah terbayang apa yang terjadi jika hutan menghilang dari permukaan bumi? Hutan bukan hanya b
arisan pohon semata. Hutan menjadi ekosistem bagi aneka tumbuhan dan tempat bernaung satwa liar. Keberadaan hutan sebagai paru-paru bumi menjaga udara bumi tetap bersih. Berbagai hasil dari hutan menjadi sumber pangan untuk umat manusia. 


Pangan yang berasal dari hutan banyak macamnya. Misalnya aneka buah-buahan seperti durian, tanaman umbi seperti singkong dan talas, beragam daun yang diolah jadi sayuran, sampai hasil olahan madu dari lebah, dan masih banyak lagi. 


Keberadaan hutan sumber pangan wajib kita jaga agar selalu lestari. Hutan sumber makanan lebih bersifat alami dan menyehatkan daripada pangan buatan pabrik. Pangan hutan juga lebih mudah dikembangkan karena mengandalkan kesuburan alam.


Tahu nggak sih, Indonesia dengan luas hutan ketiga terbesar di dunia ini terancam menjadi rimba terakhir? Beberapa lahan hutan di negara kita ini terancam musnah. Ini berarti ancaman untuk sumber pangan kita. 

Tuesday, February 4, 2020

Buah Kemang dan Pelestarian Hutan di Bogor



Pagi itu, hujan turun terus menerus sejak malam pergantian tahun. Cuaca sejuk berhembus menyelimuti Bogor. Jelang sore hari, hujan rintik-rintik perlahan mereda. Alangkah sedihnya saat menyimak berita di televisi dan media sosial bahwa terjadi bencana banjir dan longsor di seputar Jakarta, Bogor, Bekasi, dan Lebak. 

Banjir terjadi karena curah hujan yang tinggi sehingga debit air sungai meningkat. Salah satu penyebab bencana banjir adalah kurangnya area resapan hujan akibat hutan yang ditebang untuk kepentingan manusia. Kerusakan lingkungan, terutama kerusakan hutan yang berada di hulu sungai membuat musibah ini bisa terjadi. Tepatnya di hutan hulu sungai Kabupaten Bogor dan Kabupaten Lebak.

Monday, May 14, 2018

Diet Aman dan Sehat dengan Slim & Fit


Dentuman musik penyemangat senam aerobik sudah berhenti. Studio senam berganti dengan suara riuh para ibu yang baru saja selesai berolahraga bersama. Saya berdiri menyender di dinding sambil mengatur napas dan menyeka keringat. Sesekali meneguk air dari botol minuman. Ah, segarnya setelah berolahraga!

Olahraga senam aerobik rutin saya lakukan seminggu sekali, setiap hari Selasa. Kadang suka bolos juga karena sibuk atau malas (seringnya sih yang terakhir, hehe). Tempat senam juga tidak jauh dari rumah. Bisa pakai sepeda sendiri atau nebeng naik motor bareng Mama Atha dan Mama Tiara (tetangga saya) naik motor. 

Tiba-tiba, seorang ibu berteriak lantang, "Jangan pulang dulu ya, ibu-ibu! Kita ngaliwet! Ada nasi liwet, jengkol, ikan asin, sambel, lalapan... wuih mantap!" Sontak suara riuh mengiyakan dan ungkapan riang terdengar sebagai jawaban. Saya cuma tersenyum saja, lalu pamit pulang karena harus memasak makan siang dan menyiapkan bekal sekolah untuk Kk Rasyad dan Dd Irsyad.

"Bu, hayuk sini bentar! Jangan pulang. Makanannya banyak, sayang nih..." kata ibu pemilik studio senam. Sekali lagi, saya pamit sambil meminta maaf pada semua ibu yang ada di studio senam lalu bergegas pergi. Dalam hati saya berpikir, sudah olahraga kok malah makan-makan? Percuma dong sudah capek senam malah nimbun lemak lagi.

Pernah mengalami situasi serupa? Habis olahraga malah terus makan banyak? Eng... saya sering sih, hahaha! Kejadiannya belum sebulan yang lalu. Saat kami sekeluarga berolahraga bareng ke Lapangan Sempur. Pulang jogging terus lapar, ya cari sarapan dong. Mau tahu kami sarapan apa? Soto betawi plus nasi! Lemaknya balik lagi dah!

Sunday, April 29, 2018

Tampil Unik dengan Cinta Produk Lokal Handmade dari Qlapa




Tampil menarik... siapa yang tidak kepingin? Terlihat menarik membuat rasa percaya diri meningkat saat bergaul dengan orang-orang di sekitar kita. Dalam urusan penampilan, bukan hanya penampilan fisik berupa wajah dan bentuk tubuh saja yang jadi perhatian. Mengenakan fashion yang pas juga bisa menjadi daya tarik tersendiri. 

Dalam urusan fashion, selera saya termasuk klasik. Saya kurang suka mengikuti trend fashion yang sedang digandrungi para perempuan jaman now. Waktu masih muda dulu (uhuk, sekarang sudah tua) saya kerap mengikuti trend baju dan sepatu pada saat itu. Sayang tidak bertahan lama karena saya cepat bosan. Ketika baju dan sepatu tersebut sudah tidak ngetrend lagi, saya jadi malas memakainya. Malas apa malu ya, hihihi.

Seiring bertambahnya usia, apalagi semenjak berumah tangga, saya jadi makin selektif memilih fashion yang dikenakan. Awalnya karena alasan keuangan. Rasanya kok sayang mau beli baju, sepatu, atau tas yang lagi ngetrend tapi cuma bisa dipakai sebentar saja. Lebih baik uangnya dipakai untuk beli popok dan baju anak. Atau ditabung untuk membeli tiket mudik sekeluarga naik pesawat. Ah, emang ya emak-emak itu perhitungan banget.

Monday, July 10, 2017

Sukses Membuat Hidangan Lebaran Komplit Saat Puasa dan Tanpa Bantuan ART? Ini Tipsnya!



Halo semua! Apa kabar? 

Mumpung masih suasana Lebaran, saya ingin mengucapkan selamat Hari Raya Idul Fitri 1438 Hijriah. Mohon maaf lahir batin, ya. Cerita Lebaran tahun 2017 ini terus terang berbeda dengan dengan Lebaran selama lima tahun sebelumnya karena ada sebuah peristiwa penting. Alhamdulillah, Allah Maha Mendengar semua curhatan saya dan mengabulkannya agar kami bisa melanjutkan hidup seperti keluarga normal lainnya. Semoga situasi ini bisa berlangsung selamanya, aamiin.

Saturday, June 11, 2016

Home Sweet Home



Home sweet home memiliki kedekatan arti dengan baitii jannatii. Dalam bahasa Indonesia sering diartikan sebagai 'rumahku istanaku' atau 'rumahku surgaku'. Artinya, tidak ada tempat yang paling nyaman selain di rumah. Seperti layaknya istana atau surga, rumah adalah tempat yang menyenangkan. 

Setelah menikah dan membentuk keluarga sendiri, aku baru mengerti makna kalimat "home sweet home". Selain lingkungan yang nyaman, ada yang membuat kita selalu ingin berada di rumah yaitu kebersamaan dengan orang-orang yang dicintai.

Friday, April 1, 2016

Delapan Hari Terakhir


Perlahan aku membuka mata. Pusing sekali. Rasa ngilu berdenyut di belakang kepala yang tertutup perban. Di mana aku? Oh, di rumah sakit. Sekuat tenaga kutahan agar tidak pingsan lagi. Entah sudah berapa kali aku pingsan. Setiap membuka mata dan rasa pusing tidak tertahankan, pandanganku menjadi gelap.

Kulirik ke samping tempat tidur. Menoleh sedikit saja membuatku semakin pusing. Dia ada di sana. Bapa, suamiku tercinta. Melihat aku sudah sadar, Bapa langsung menarik tempat duduknya ke samping tempat tidur. Digenggamnya tanganku dengan erat. Tangan yang satu lagi mengusap rambutku. Aku lupa apa saja yang Bapa katakan karena aku sedang berjuang untuk tetap sadar. Lebih baik kupejamkan mata saja. Daripada memandang langit-langit kamar dan segala perabotannya yang berputar.

Thursday, March 17, 2016

Bidadari dari Bulan


Bidadari dari bulan adalah arti dari nama saya, Riana Wulandari. Alkisah, ketika Mami sedang mengandung saya, beliau bermimpi pergi ke bulan dan bertemu seorang bidadari cantik. Jadilah nama itu. Riana berarti bidadari. Wulan berarti bulan. Panggilannya? Boleh Riana atau Inna. Kenapa Inna, kok bukan Anna? Karena Anna sudah dipakai duluan oleh sepupu saya. Jadi, Inna sebagai nama panggilan rasanya masih nyambung dengan Riana.

"Wah, bakal jadi orang hebat kamu!"

"Kamu bakal sukses!"

"Kamu pasti nanti jadi kaya!"

Monday, February 29, 2016

Belajar Menulis Novel Bersama Smart Writer


Sejak kecil, boleh dibilang saya ini tukang ngelamun. Saat sedang sendiri, khayalan saya berkelana ke mana saja. Ketika di perjalanan, saya yang susah tidur di kendaraan ini lebih suka melihat pemandangan sambil melamun. Paling sering, saya melamun tentang kehidupan. Mempertanyakan, untuk apa dan mengapa Tuhan menciptakan saya di dunia ini. Waduh, kecil-kecil sudah berpikir seserius itu. Tapi, kenyataannya memang demikian.

   Sesekali, saya mengarang cerita. Cerita apa saja. Misalnya, ketika sedang melintas di hutan karet di daerah Purwakarta. Saya membuat cerita tentang seorang putri yang melarikan diri dari kejaran penjahat. Bayangan sang putri yang sedang berlari ketika mata menatap pohon karet yang berkelebat dari jendela mobil menciptakan suasana dramatis. Seru bukan?

Tuesday, February 16, 2016

Isi Tas Ibu Inna




Apa saja isi tas Ibu Inna? Sebenarnya, isi tas saya disesuaikan dengan jenis kendaraan yang akan digunakan hari itu. Lho? Iya dong. Kalau bawa bawaan berat sementara aktivitasnya lebih banyak berjalan kaki naik turun angkot, bisa capek   juga kan. Kesimpulannya, beda aktivitas beda gembolan eh beda isi tas. 

   Mau tahu apa saja yang saya bawa sesuai aktivitas? Ini diaa... 

Friday, January 22, 2016

Permainan Biji Meledak

permainan biji meledak

Waktu kecil, saya suka usil mempreteli tanaman yang ada di sekitar rumah.  Apa saja saya jadikan bahan permainan. Bunga anggrek saya gunting. Bunga soka saya hisap untuk dicari madu. Daun kelapa dipakai untuk main seluncuran di tanah berbukit. Lumut yang ada di atas batu dikerok buat jadi karpet-karpetan. Wah, pokoknya masih banyak tanaman yang menjadi korban keisengan saya dulu.

Wednesday, January 20, 2016

Pembuktian Cinta - #LoveStory5



(lanjutan dari Love Story yang ditulis Mbak Maya di blog www.bunda3f.blogspot.com)

Sejak pertemuan dengan keluarga Her di rumah sakit, hubunganku dengan pria yang senang mengenakan kemeja denim itu berlanjut. Her mengenalkan aku dengan papinya, yang bernama Pak Yanto. Tidak ketinggalan aku dipertemukan dengan kedua kakak perempuannya Kak Dinda dan Kak Lisa, serta si bungsunya Atikah. Her adalah satu-satunya anak laki-laki dari empat bersaudara. Papi dan Maminya Her menerimaku dengan baik. Syukurlah. Aku sudah deg-degan. Belum kenal dekat tapi sudah harus bertemu dengan seluruh anggota keluarganya.

Tuesday, January 19, 2016

1st Giveway di Akun Instagram innariana


Halo semua!

Dalam rangka merayakan postingan ke-1000 di akun Instagram, saya bikin giveaway kecil-kecilan. Sebenarnya, sudah lama saya ingin mengadakan giveway di blog, namun terhalang kendala hadiah yang belum dijahit. Iya, saya mah gitu orangnya. Keukeuh pisan pengen ngasih hadiah berupa kerajinan tangan sendiri (sekalian promosi label Inas craft). Akibatnya, giveway di blog yang seharusnya digelar ketika syukuran beli domain blog Emak Riweuh jadi tertunda cukup lama. 

Thursday, December 24, 2015

Sistalisius.com: Tempat Belanja Produk Etnik Lokal yang Unik


Dalam hal fashion, boleh dibilang saya punya gaya sendiri dan tidak mau mengikuti tren. Saya lebih suka tampil dengan atribut fashion yang menurut saya nyaman dipakai. Gaya klasik menjadi pilihan utama. Gaya yang tidak lekang dimakan jaman. Bisa dipakai sampai beberapa tahun ke depan. Jadi tidak perlu bergantung pada tren yang ada. Lumayan, jadi hemat biaya juga, hehe. 

Pilihan saya untuk gaya fashion yang awet sepanjang masa adalah yang berbau etnik. Nuansa etnik pada pakaian dan tas bisa membuat kita tampil beda. 

Sebelum punya tas dengan motif etnik, saya pernah membeli tas dari bahan kulit demi pencitraan sebagai ibu-ibu kelas elite. Tas kulit berwarna coklat sempat menemani hari-hari saya saat bepergian bersama keluarga. Sayang, tas yang harganya cukup mahal tersebut ternyata tidak bertahan lama. Kulit pelapis tas murudul alias terkelupas. Duh, kapok beli tas dari bahan kulit. Balik lagi cari tas etnik ah...

Monday, October 12, 2015

Tenggelamnya Kapal Titanic. Runtuhnya Keangkuhan Manusia


Suka film apa? Saya malah bingung. Dulu, waktu masih single, saya adalah tukang nonton film dan hobi ke bioskop. Hobi itu langsung berhenti setelah menikah dan tinggal di antah berantah alias tanah rantau. 

   Kenapa berhenti nonton? Jaman dulu, di rantau nggak ada bioskop yang bagus. Lagipula, saat punya bayi mana mungkin mikir mau nonton ke bioskop? Anak dititip ke siapa? Terus, nggak nonton pakai vcd? Engg...entahlah. Perasaan males banget nonton vcd. Pas ada vcd juga yang disetel pasti film anak-anak. 

   Meskipun hampir nggak pernah nonton film bioskop terbaru, saya dan suami masih bisa nonton bioskop saat pulang kampung. Anak yang baru satu bisa dititip ke mertua. Terus, kita berdua kencan deh nonton. Ahiy!

Friday, October 2, 2015

Piknik Sederhana



   Coba lihat foto di atas. Kasihan, ya. Ayam saja bisa galau karena kurang piknik, apalagi manusia. Setali tiga uang dengan Ayang cinta si ayam betina, saya sebagai manusia biasa juga kerap dilanda galau ketika jenuh menghadapi persoalan hidup yang kejam *drama*. Oleh karena itu, saya butuh piknik. 

  Apa sih piknik? Sebenarnya, menurut saya piknik itu pergi ke suatu tempat, gelar tikar, lalu makan bersama. Pada istilah kekinian, piknik kerap diartikan dengan pergi rekreasi jalan-jalan, refreshing ke suatu tempat untuk melepaskan stres. Orang yang sedang stres kerap digunjingkan: sepertinya dia kurang piknik. Iya kan?

Tuesday, May 5, 2015

Mulai Hidup Sehat, Sekarang!




Saya mengenal Mak Ophi Ziadah di Komunitas Emak Blogger (KEB). Panggilan 'emak' memang menjadi ciri khas member KEB. Saat mampir ke blog Mak Ophi, saya langsung kagum. Wah, pemilik blog ini ternyata punya hobi jalan-jalan dan cerita tentang anak-anaknya selalu seru. Persis seperti selera saya. Namun saat itu saya hanya menjadi silent reader dan tidak meninggalkan jejak komentar.
Back to Top