Dentuman musik penyemangat senam aerobik sudah berhenti. Studio senam berganti dengan suara riuh para ibu yang baru saja selesai berolahraga bersama. Saya berdiri menyender di dinding sambil mengatur napas dan menyeka keringat. Sesekali meneguk air dari botol minuman. Ah, segarnya setelah berolahraga!
Olahraga senam aerobik rutin saya lakukan seminggu sekali, setiap hari Selasa. Kadang suka bolos juga karena sibuk atau malas (seringnya sih yang terakhir, hehe). Tempat senam juga tidak jauh dari rumah. Bisa pakai sepeda sendiri atau nebeng naik motor bareng Mama Atha dan Mama Tiara (tetangga saya) naik motor.
Tiba-tiba, seorang ibu berteriak lantang, "Jangan pulang dulu ya, ibu-ibu! Kita ngaliwet! Ada nasi liwet, jengkol, ikan asin, sambel, lalapan... wuih mantap!" Sontak suara riuh mengiyakan dan ungkapan riang terdengar sebagai jawaban. Saya cuma tersenyum saja, lalu pamit pulang karena harus memasak makan siang dan menyiapkan bekal sekolah untuk Kk Rasyad dan Dd Irsyad.
"Bu, hayuk sini bentar! Jangan pulang. Makanannya banyak, sayang nih..." kata ibu pemilik studio senam. Sekali lagi, saya pamit sambil meminta maaf pada semua ibu yang ada di studio senam lalu bergegas pergi. Dalam hati saya berpikir, sudah olahraga kok malah makan-makan? Percuma dong sudah capek senam malah nimbun lemak lagi.
Pernah mengalami situasi serupa? Habis olahraga malah terus makan banyak? Eng... saya sering sih, hahaha! Kejadiannya belum sebulan yang lalu. Saat kami sekeluarga berolahraga bareng ke Lapangan Sempur. Pulang jogging terus lapar, ya cari sarapan dong. Mau tahu kami sarapan apa? Soto betawi plus nasi! Lemaknya balik lagi dah!