Wednesday, August 19, 2020

Drama Pengontrak Rumah dan Tunggakannya



"Assalamualaikum. Bu, yang mau lihat kontrakan sudah datang,"

"Wa alaikumsalam. Oke, saya ke sana sekarang," sahut saya di chat Whatsapp. Segera saya bergegas ke rumah di gang sebelah. Rumah milik kakak yang sebelumnya ditempati oleh Eyang, ibu saya. Selepas Eyang pergi menghadap Illahi, rumah itu kosong namun tetap terawat. 

Hari itu, ada pengontrak yang hendak melihat rumah. Bersama Ibu Eka, tetangga satu RW, saya menemui calon pengontrak. Keponakan Bu Eka yang hendak mengontrak rumah selama 6 bulan dalam rangka proyek penelitian.  

Wednesday, August 5, 2020

ART Tahan Banting



“Jangaaan!” kataku setengah berteriak. 

“Eh jangan ya?” nada kaget bercampur heran terdengar dari pembicaraan SLJJ antar pulau, tiga tahun silam.

Astagfirullah. Saya sadar, betapa tidak sopan bicara saya pada ibu mertua barusan.

“Jangan, Nek. Jangan kirim pembantunya duluan ke Eyang besok. Tunggu sampai kita datang dari Makassar.”

“Terus, gimana? Orangnya keukeuh pengen mulai kerja tanggal 2 besok. Kamu kan pulangnya minggu kedua. Kelamaan.”

Wednesday, July 29, 2020

Cerita Pandemi part 6: Masker Kain Jahit Tangan



Lagi seneng bikin masker jahit tangan. Lumayan kan, daripada beli. Kebetulan masih ada sisa bahan craft bekas jualan aksesoris dulu. Pengenya sih, ngabisin semua sisa bahan karena udah numpuk banyak banget nggak diapa-apain.


Lama nggak ketuwelan, lumayan kaku juga dan kagok banget mulai menjahit lagi. Setelah banyak latihan dengan beberapa kali eror di awal, akhirnya bisa juga bikin masker jahit tangan yang layak pakai hehehe. 

Wednesday, July 15, 2020

Cerita Pandemi part 5: Siap untuk New Normal?


Yakin sudah siap menjalani new normal? Semua orang menyambut gembira. Boleh keluar rumah, horeee! Langsung deh pada keluyuran, shoping ke mall, jalan-jalan, dan kumpul-kumpul. Tapi, saya kok agak-agak parno ya. 


Di satu sisi, saya senang masyarakat boleh beraktivitas normal demi menggerakkan perekonomian. Di sisi lain, saya takut dengan ancaman virus yang kian meluas.

Wednesday, July 1, 2020

Cerita Pandemi part 4: Diopname di Rumah Sakit



Pergi ke rumah sakit di masa pandemi? Rasanya horor banget, ya. Itulah yang ada di pikiraan saya. Sebisa mungkin, jangan pergi ke rumah sakit deh. Kalau mau berobat? Duh, jangan sampai sakit pokoknya mah!

Tapi namanya takdir, nggak disangka kami sekeluarga malah pindahan ke rumah sakit! Secara mendadak, tiga anak satu per satu tumbang dan harus diopname karena demam berdarah.

Berawal dari si sulung Aa Dilshad yang panas tinggi, lalu Kk Rasyad. Saat keduanya dibawa Bapa ke RS Azra, feeling saya sudah nggak enak. Kebetulan anak tetangga baru pulang dari rumah sakit karena DBD. Jadi, nggak menutup kemungkinan anak-anak saya juga kena DBD.

Wednesday, June 17, 2020

Cerita Pandemi part 3: Libur Sekolah yang Berbeda


Libur telah tiba, libur telah tiba... Engg, nggak hore ah. Soalnya dari beberapa bulan yang lalu, sekolah juga sudah libur karena pandemi. Yup, kali ini adalah libur sekolah yang berbeda dari biasanya. 

Saat jelang Hari Raya Idul Fitri, pemerintah sudah melarang warganya mudik ke kampung halaman. Berwisata juga nggak boleh dong. Ya sudah, libur di rumah saja.

Wednesday, June 3, 2020

Cerita Pandemi part 2: Berkebun Supaya Tidak Bosan

pandemi covid19


Pandemi masih berlanjut. Untuk mengisi kegabutan saya karena nggak tahu mau posting apa di blog ini, saya putuskan buat postingan berseri tentang cerita curhat selama pandemi covid19. 


Pada seri kedua ini, saya mau cerita tentang kegiatan berkebun supaya tidak bosan di rumah aja. Buat yang punya lahan di rumah cukup luas, pasti seneng bisa berkreasi lebih. Saya sendiri cuma punya sepetak lahan hijau di depan rumah. 

Back to Top